Hari Minggu lalu, saya ngga sengaja menghilangkan uang Rp 350.000 yang disimpan di saku celana. Uang terakhir untuk ongkos ke Jakarta dan uang terakhir untuk bekal sebelum gajian.

Ditolong teman, akhirnya malam itu saya bisa makan. Plus ditraktir karaoke… Besoknya, tanpa uang sepeserpun uang yang saya punya, saya bertahan tanpa makan yang benar. Minum terus-terusan dan makan mie instan. Sampai hari ini. Mengandalkan jajanan di kantin yang bisa dibayar belakangan.

Walaupun malam itu sempet berusaha mencari kira-kira dimana uang itu jatuh, tapi ah sudahlah… Memang bukan rejeki. Ikhlaskan saja. Teman saya bilang, Insya Allah dapat ganti yang berlipat.

Tadi siang, sehari sebelum gajian, tiba-tiba tanpa harapan apapun, saya dikasih amplop dengan lembaran seratus ribuan di dalamnya. Subhanallah… Allah Maha Penolong :) Saya dapat bonus! Uangnya cukup untuk buka (akhirnya…) rekening BCA. Beli pulsa handphone. Beli pulsa listrik untuk di rumah Ibu. Dan… Bayar zakat :’)

Kesel karena hilang uang, Alhamdulillah bisa terbayar. Kuncinya adalah ikhlas…

Kebaikkan Allah datang melalui orang yang baik juga… Semoga amal ibadah dan pengorbanan si orang baik ini juga dibalas kebaikkan lebih banyak sama Allah :) Amin!

Si Jantan (Taken with Instagram at Puncak Pass Resort)

Si Jantan (Taken with Instagram at Puncak Pass Resort)

Kamu harus tau. Saat itu aku tidak pernah berbohong.

Meski tidak pernah terucapkan, aku tau rasa kita sama walaupun pada akhirnya kamu memilih untuk pergi tanpa sempat menjelaskan…

Melihat Genocidal Battlefield selintas.

2 notes 

Hello, dino! #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Hello, dino! #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Sudut jalan seperti di Amsterdam :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Sudut jalan seperti di Amsterdam :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Walking on the altar. #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Walking on the altar. #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Selamat datang di Amerika! :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Selamat datang di Amerika! :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Menggantung manis di jembatan. #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Menggantung manis di jembatan. #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Salvia. Datang jauh-jauh dari Texas :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Salvia. Datang jauh-jauh dari Texas :) #TamanBungaNusantara (Taken with instagram)

Dilarang Berkendara sambil Menelepon!

Saya ngga bisa nyetir mobil dan ngga punya mobil. Saya ngga bisa nyetir motor dan ngga punya motor. Bahkan yang matic pun untuk keduanya saya ngga bisa.

Saya cuma penumpang kendaraan umum. Angkot. Becak. Ojeg. Bis. Kereta api.

Saat saya jadi penumpang mobil pribadi, saya selalu ikut merasakan kekesalan si sopir, teman atau adik saya, pada kondisi jalanan yang ampun-ampunan!

Jalan berlubang. Macet. Angkot berhenti seenaknya. Motor nyalip dari kiri. Pejalanan kaki nyebrang tanpa lihat kiri kanan. Lampu jalanan mati. Tiba-tiba ada ambulance. Ada mobil pejabat dikawal polisi. Rombongan bis pariwisata. Pedagang kaki lima di trotoar.

Saya cuma jadi penonton yang duduk di bangku penumpang. Penonton yang kagum sama orang-orang yang sanggup membagi konsentrasi berkendara di tengah-tengah jalanan yang chaos dengan menelepon, chatting via BBM, dan membalas SMS.

Kemarin saya beli gurilem yang rasanya sama persis dengan yang pernah saya makan di kantin SD Angkasa V waktu saya kelas 4.

Gurilem pedas yang dulu saya beli seharga Rp 500 oleh-oleh buat Ibu di rumah.

Makanan itu saya beli kemarin siang. Harganya Rp 6.000 di kantin Rumah Sakit Halmahera sebelum periksa tulang kaki.

Senang!